USG, ATM, dan Berat Badan Ideal

Setiap orang pernah melalui hari sialnya. Meskipun sudah diniatkan sejak pagi hari itu harus berjalan baik, nyatanya takdir berkehendak lain, menyiapkan pesan moral untuk kita telan setelah melalui hari yang begitu ajaib.

Hari ini, Selasa (31/1), adalah hari di mana Tuhan masih menyayangi saya dengan menyentil saya melalui pesan moral agar lebih teliti dan menjauhi sifat lupa. Begini ceritanya (halah),

Pekan ini adalah jadwal saya untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan. Tak dinyana, suami tidak bisa menemani karena harus liputan. Dia menawarkan hari lain, tapi saya kekeuh harus ke dokter hari ini. Selain karena sudah kehabisan vitamin, saya juga perlu segera berkonsultasi dengan dokter soal sejumlah keluhan.

Akhirnya, setelah melepas suami berangkat mencari sebatang logam mulia, eh liputan, saya pun bersiap-siap menuju rumah sakit yang lokasinya hanya berjarak tiga kilometer dari rumah. Sesuai jadwal dokter yang biasanya saya kunjungi setiap bulan.

Sampai di rumah sakit, antrean tidak terlalu panjang. Tapi, nampak wajah-wajah sebal para ibu hamil yang menunggu di depan ruang si dokter. Ternyata, sejak pukul 09.00 WIB sampai 11.00 WIB, si dokter belum juga menunjukkan kehadirannya. Padahal, jadwal praktik dokter tersebut cuma sampai pukul 12.00 siang.

Usut punya usut, si dokter harus menghadiri tindakan operasi. Mungkin operasi caesar.

Si dokter akhirnya baru muncul saat matahari hampir di puncak kepala. Saya pun ikut menanti giliran untuk dilumuri gel USG. Sampai di sini, saya sama sekali tidak merasa kehilangan sesuatu.

Dokter mengatakan kalau janin saya sehat (alhamdulillaaah ya Allah), detak jantungnya bagus, air ketubannya cukup, dan posisinya sudah di bawah meskipun belum masuk ke panggul. Berdasarkan estimasi, berat janin saya sekitar 1600 gram. Dokter bilang, berat ini masih termasuk normal, tapi di bawah rata-rata.

Biasanya, kata beliau, berat janin usia 32 pekan seperti saya sekitar 1.800-2.000 gram. “Tapi kalau melihat kurva, beratnya masih normal, jadi tidak perlu khawatir,” ujarnya.

Dokter mulai menyarankan untuk sering-sering jalan kaki dan terus mengonsumsi makanan sehat. Dokter pun mulai meminta saya untuk kontrol dua pekan sekali karena sudah hampir masuk waktu persalinan.

Setelah semua proses kontrol kehamilan selesai, saya pun digiring ke petugas untuk melakukan pembayaran. Oleh asisten dokter, saya diberikan struk pembayaran.

Saya ingat tidak punya uang tunai sehingga harus tarik tunai dulu. Pengalaman mesin EDC rusak membuat saya berinisiatif untuk tarik tunai saja. Dan untungnya, ini rezeki saya karena ternyata SAYA LUPA BAWA ATM.

Semua ATM saya ketinggalan di rumah. Hari sebelumnya, saya mengeluarkan semua ATM itu dari dompet karena akan mendiversifikasi gaji (kayak yang gajinya banyak….).

Di tengah kepanikan itu, saya pun menghubungi suami. Posisinya ternyata jauh sekali (hiks). Dan keputusan saya pun bulat: PULANG. Heuheu.

Sepanjang jalan, saya berharap tak dicurigai karena kabur sebelum bayar tagihan. Tapi, ini satu-satunya jalan supaya tagihan bisa dibayar, pulang mengambil ATM.

Untungnya, ada aplikasi ojek daring yang membantu saya pulang ke rumah dengan ligat. Tapi, ojek online pula yang membuat saya gagal cepat kembali ke rumah sakit lantaran posisi rumah yang masih jauh dari peradaban. Sehingga, si pengemudi ojek kesulitan menemukan rumah saya dan berakhir pada pembatalan pesanan. HUH.

Akhirnya, proses pembayaran bisa dilakukan dengan lancar meskipun harus memakan waktu yang cukup lama. Dokter yang memeriksa sudah tak lagi di ruangannya, tinggal para asisten.

“Wah, kirain sudah pulang,” kata si asisten sambil menerima struk lunas dari saya. Buku kesehatan ibu dan anak (KIA) milik saya yang tadi saya titipkan untuk diisi pun dikembalikan.

Pelajaran yang bisa diambil adalah:
1. Jangan pernah pergi kontrol sendirian (dengerin suami, makanya, heuheu)
2. Pastikan seluruh kebutuhan, termasuk ATM sudah terbawa. Cek persiapan sebelum berangkat, jangan main capcus aja
3. Jangan lupa minum Aq*a

n c02

Advertisements

2 thoughts on “USG, ATM, dan Berat Badan Ideal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s