Lulus Trimester Pertama

Per hari ini, tepat kandungan saya berusia 16 pekan. Artinya, saya lulus trimester pertama. HOREEEEE.

Ada sedikit rasa lega saat menyadari kalau saya sudah melewati masa berbahaya tahap satu dalam fase kehamilan. Kini, saya tengah menghadapi fase woles dalam kehamilan (katanya sih begitu).

Melewati trimester pertama bukan tanpa drama. Hamil, tidak seperti yang digambarkan di film-film atau iklan susu kehamilan. Dibilang menyenangkan, tidak, tapi dibilang mengerikan pun tidak. Nano-nano deh.

Hal pertama yang mengganggu dalam fase kehamilan adalah NGANTUK yang tak terkira. Jadi, kalau saya selama belum hamil sudah kebo alias tidur lamaaaa sekali, kini temponya semakin lama. Bisa tuh dua jam sekali tidur.

Kelopak mata ini rasanya berat sekali dipertahankan di posisinya. Otak tidak fokus karena harus menahan kantuk.

Hal kedua yang benar-benar terasa berbeda adalah cepat lelah. Cuma jalan dari kost-kostan sampai ujung gang saja rasanya kayak lari maraton (yahh, hiperbola dikitlah). Tapi betul deh, napas jadi pendek-pendek, dada sesak.

Mual dan muntah saya alami selama trimester pertama. Kalo yang ini persis kayak di sinetron-sinetron lebay itu sih. Rasa mual itu datang sesukanya, bahkan saat makan pun. Kalau tidak ditahan-tahan, bisa-bisa makanan itu keluar dari mulut, bahkan yang sudah melalui proses kimiawi di perut bisa balik lagi ke mulut. Iyyuhh.

Alhamdulillah, mual-mual ini tidak sampai membuat saya lemas. Yaa, dalam beberapa waktu memang sedikit membuat badan ini kelelahan (ternyata mual ngabisin energi juga yes), tapi tidak sampai membuat saya harus izin dan beristirahat full. Alhamdulillah masih woles-woles saja bekerja meskipun tak maksimal.

Akibat mual-mual itu, saya sempat tak menunjukkan tanda-tanda kenaikan berat badan. Padahal, bidan mewanti-wanti setidaknya harus ada kenaikan berat badan selama kehamilan.

Tapi, dikatakan wajar jika tidak ada kenaikan badan selama hamil trimester pertama, atau bahkan turun. Hal ini karena efek dari mual-muntah yang dialami ibu hamil.

Per pekan ke-16 ini, berat badan saya naik tiga kilogram. Sebelum hamil, badan saya mentok di 43-44 kg. Saat pertama kali kontrol ke bidan, berat badan saya terhitung 45 kg. Sampai pekan ke-12, berat badan ini naik-turun 46 kg, 45 kg, 47 kg. Dan, sekarang berat badan saya fix 48 kg.

Saya yang tampak luar santai-santai saja ini dikatakan kawan-kawan tak seperti orang hamil. Perut masih sixpack (huehehehe), tak kelihatan pucat, tak pernah ngeluh mual-mual, kayaknya tak ada yang percaya saya telah dihamili.

Hal lain yang mengganggu selama hamil (dan yang PALING mengganggu) adalah emosi yang naik turun. Iya, saya memang orang yang moody abis dan mudah beralih dari emosi senang ke marah dan kembali lagi ke senang. Tapi, setelah mengetahui ada embrio yang tumbuh di dalam perut bawah saya, emosi seperti tak terkontrol. Sedikit saja ada yang tak sesuai hati, saya kemudian senewen dan membuat orang sekitar ikut senewen.

Orang bilang sih itu wajar karena emosi ibu hamil dipengaruhi oleh hormonnya. Cuma, saya kadang sampai bingung mengapa bisa tiba-tiba menangis sendiri. Hahaha.

Perut sudah mulai terlihat membuncit (sedikit), tak bisa ditutup-tutupi lagi. Payudara rasanya makin kencang, pinggang pegal-pegal, kalau tidur maunya disangga bantal sana-sini.

Dan yang paling membut saya sedih adalah: harus menahan diri untuk tidur TENGKURAP. Hiks.

Segini dulu deh, di tulisan selanjutnya saya ingin berbagi pengalaman saat pertama kali melihat si calon bayi yang sedang berjuang tumbuh di dalam rahim ini. OMG, sesuatu yang ajaib dan menakjubkan sedang TUMBUH dan BERKEMBANG dalam perut saya!!!!!!

n c02

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s