Drama 40 Pekan Dimulai

Punya momongan adalah impian semua pasangan yang sudah menikah. Setiap gadis berharap menjadi istri dan ingin menjadi seorang ibu. Dan puji Tuhan, kami diberi kepercayaan untuk bertanggung jawab sebagai orang tua lebih cepat dari perkiraan.

Sebelum menyadari kehamilan, tanda-tanda itu sudah muncul duluan seperti badan pegal-pegal, payudara membesar, dan mood swing alias labil. Hanya saja, itu kan ciri-ciri cewek akan memasuki masa pubertas, eh masa di mana perempuan mendadak menjadi serigala kalau dicolek sedikit. Jadi saya tak ambil pusing meskipun sudah menyiapkan alat uji kehamilan.

Setelah beberapa hari berlalu, haid bulanan tak kunjung tiba. Saya sudah ingin sekali memakai testpack, tapi saya tahan dulu hingga beberapa hari lagi. Setelah itu, barulah saya menggunakan testpack merek mainstream.

Seperti yang disarankan, saya menggunakan urin pertama pascabangun tidur. Konon kabarnya, urin pertama tersebut mengandung hormon Hcg terbanyak, yaitu hormon yang menunjukkan tanda-tanda kehamilan.

Garis pertama muncul. Deg deg.

Dua menit, tiga menit, garis kedua tak kunjung muncul. Akhirnya setelah lima menit, saya tinggalkan lah itu testpack. Dalam keterangan di bungkusannya dikatakan, hasil alat uji ini hanya dapat dipakai dalam rentang waktu lima menit. Setelah itu, apapun hasilnya tidak dapat dipertanggung jawabkan.

Alhamdulillah, eh, hiks.

Saya kembali mengecek si alat uji. Ternyata, garis kedua muncul samaaaaaar sekali. Tapi karena saya berpijak pada keterangan di bungkusan alat tersebut, saya tak mempercayai si alat dan membuangnya (dengan sebal).

“Itu sudah hamil tandanya,” ujar kakak saya saat saya mengabarinya. “Kalau tidak hamil, mau sampai berapa jam pun garis kedua tidak akan muncul.”

Akhirnya, keesokan harinya saya membeli dua testpack dengan merek yang berbeda (tidak memakai merek mainstream itu lagi). Dan hasilnya, seperti yang kakak saya bilang, garis kedua muncul hampir berbarengan.

Saat melihat hasil itu, saya tak tahu harus bahagia atau sedih. Saya bahagia, tentu saja, karena Tuhan memberikan kepercayaan begitu cepat. Saya sedih atau lebih merasa takut karena Tuhan memberikan kepercayaan begitu cepat.

Saya melaporkan hasil testpack itu ke suami dan menyampaikan kekhawatiran saya. Kata dia, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Itu rezeki dan wajib disyukuri.

Hamil adalah anugerah setiap perempuan. Saya meyakini, hamil termasuk dalam daftar panjang harapan setiap perempuan. Menjadi seorang ibu adalah keinginan dasar setiap anggota geng dari Venus ini, pun pada setiap diri laki-laki untuk menjadi ayah.

Jujur saja, saya masih sedikit takut untuk menjadi seorang ibu. Apa saya sudah pantas? Mengurus suami saja baru dua bulan. Itu pun tidak mengurus benar-benar karena kami terpisah jarak. Lalu kalau jadi ibu, nanti si anak mau saya ajari apa?

Berbagai kekhawatiran berkelebat di kepala membuat saya semakin pusing. Tapi, suami dengan datarnya bilang kepantasan itu Tuhan yang menilai, bukan manusia. Toh saya tidak mengurus anak sendirian nanti. Kami akan menjadi tim (semacam Avengers) mengurus si junior supaya dia tumbuh dan berkembang di jalur yang benar dan sesuai harapan dan doa-doa kami.

Oke, mari kita jalani 40 pekan penuh keajaiban ini.

Dan, hamil ternyata tak semudah dan tak sesederhana yang digambarkan iklan-iklan susu ibu hamil dan sinetron-sinetron.

Disambung entaran yes. n c02

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s