(TIPS) Memilih Perabotan Rumah Tangga

Perkara menikah ternyata belum selesai setelah kita melunasi biaya pesta pernikahan. Ternyata setelah itu masih banyak hal yang harus dipenuhi.

Salah satunya adalah perabotan rumah tangga.

Perintilan seperti lemari pendingin, kompor, mesin cuci, rak piring, atau tempat tidur membuat kita sama pusingnya seperti saat ingin memilih tema pernikahan. Barang-barang ini ternyata tidak murah. Heu heu heu.

Membeli perabotan rumah tangga tentu harus dilakukan sesuai selera suami-istri, sesuai kebutuhan, dan sesuai isi dompet <– ini yang penting. Membelinya pun harus dengan mood yang baik supaya tidak menyesal kemudian.

Sebagai keluarga baru, saya dan suami cukup dipusingkan dengan bagaimana memilih perabotan rumah tangga sesuai dengan ‘tiga rukun membeli barang‘ di atas. Kami masih awam soal perabotan. Apalagi saya. Merek Vicenza saja baru saya ketahui setelah seorang kawan menghadiahkannya sebagai kado pernikahan. >.<

Sebagian perabotan seperti kompor, penanak nasi, dan pecah belah sudah kami miliki. Itu pun dari teman-teman yang sangat berbaik hati menghadiahkannya kepada kami. Tapi, kami tetap harus membeli sendiri barang-barang seperti lemari pendingin, kasur, mesin cuci, dan barang-barang yang tak mungkin menjadi hadiah.

Karena kami awam dengan barang-barang rumah tangga ini, jadilah kami kebingungan. Mau beli yang mana?

Prioritas utama kami adalah tentu saja tempat tidur. Masa mau bobok di karpet pake sleeping bed.

Mencari kasur ini sama pusingnya dengan mencari desain undangan pernikahan. Mau yang seperti apa? Merek apa? Besarnya berapa?

Dari berbagai sumber, berikut tips yang saya peroleh.

1. Saat membeli kasur, tentu saja yang pertama kali dipikirkan adalah jenisย kasurnya. Apakah mau beli spring bed, atau kasur busa, kasur balon, kasur air, atau kasur kapuk. Pilihan ini harus berdasarkan kesepakatan bersama, karena dua-duanya bakal memanfaatkan barang yang satu ini dalam waktu yang sangat lama.

2. Kalau sudah sepakat mau beli kasur jenis apa, lalu tentukan ukuran. Apakah king size, queen size, single size? Yaa kalo mau semakin intim dan murah, pilihannya tentu pada kasur single bed. Tapi, siap-siap tidur sambil dipiting, tendang-tendangan, bahkan menggulingkan pasangan tanpa sadar sampai dia jatuh.

3. Sudah tahu jenis dan ukuran, maka selanjutnya harus disepakati batas dananya. Uangnya ada berapa, carilah kasur yang memang harganya sesuai dengan dana yang ada.

Jangan memaksakan membeli melebihi dana. Kalaupun kasur yang terpilih nantinya harganya melebihi budget, pertimbangkanlah apakah akan langsung beli (dengan menambah dari dana darurat) atau tunda sampai dana cukup atau beli yang sesuai dana).

Nah, kalau kalian memilih spring bed seperti kami, silakan lanjutkan membaca tulisan ini sampai selesai. Jika kalian memilih beli kasur kapuk atau kasur busa atau kasur angin atau kasur air, silakan tutup laman ini karena kalian harus segera membelinya ke toko-toko yang menjual.

Setelah memutuskan akan memakai ukuran yang mana dan budget berapa, barulah perburuan spring bed dimulai. Kami yang tadinya tak tahu-menahu merek spring bed jadi tahu kalau King Koil itu harganya bisa sampai puluhan juta. Hiks.

Ada banyak merek spring bed yang bisa jadi pilihan, tapi kembali lagi ke ukuran ketebalan dompet dan jumlah digit dana dalamย rekening. Tidak semua spring bed murah itu jelek buat ditiduri, tapiย dapat dipastikan semua spring bed mahal kualitasnya bagus. Hahaha.

Di zaman yang sungguh canggih ini, perburuan tidak afdol kalau tidak dimulai dari bersafari di dunia maya. Sekarang ini, banyak pedagang yang berjualan online dan menjajal harga di situs mereka. Ini bisa kita pakai sebagai pembanding saat mengecek ke toko nanti.

-Cari merek yang kira-kira menjual dengan harga bersahabat, spek kasurnya sesuai dengan yang diinginkan, dan ukurannya pas.

-Setelah itu, datangi toko penjual spring bed terdekat, tanyakan merek yang sudah dibidik sebelumnya. Sebelum tanya harganya, ada baiknya kita coba untuk tidur-tiduran terlebih dahulu, apakah nyaman atau tidak.

Kalau nyaman, lanjutkan. Kalau tidak, tanyakan apakah toko ini punya rekomendasi spring bed bagus seharga yang kita siapkan.

-Pilih spring bed yang saat kita tiduri memberikan efek gerak paling sedikit. Yaaa tujuannya supaya kalo tidurnya lasak, kemungkinan jatuhnya kecil. Dan, tentu saja tidak mengganggu pasangan atau siapapun yang tidur sekasur.

-Oiya, saat tidur, perhatikan apakah kita tenggelam atau tidak. Kalau tidur di spring bed trus tenggelam, itu artinya kasur tersebut terlalu banyak busa daripada pegas. Kalo menurut situs yang saya baca, tipe kasur yang kebanyakan busa tidak bagus menopang tubuh dan tidak bisa dipakai dalam waktu yang lama.

-Percobaan selanjutnya, pukul-pukul spring bed tersebut, lalu dengarkan dalam hening. Kalau terdengar dengungan pegas, maka itu jenis spring bed yang bagus karena busanya tidak terlalu banyak. Jenis-jenis pegas dalam spring bed pun ada macam dan teknologinya. Mau pakai yang mana, itu kembali lagi ke pilihan.

Kalau sudah dicoba kasurnya, lalu merasa cocok, silakan tawar harga ke pramuniaganya. Yaaa syukur-syukur mereka mau memberi potongan harga sedikit.

Nah, demikian cerita saya soal memilih kasur. Tips lain akan saya lanjutkan di tulisan selanjutnya. Mungkin berikutnya akan mengulas memilih lemari es atau mesin cuci. Sejauh ini, kami belum memutuskan akan membeli yang mana karena masih galau.

Galau karena belum terkumpul dananya. Hiks.

Semoga bermanfaat.

n c02

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s