Undespicable Minions

Setelah menonton film Minions di bioskop (yess, akhirnya ke bioskop setelah nyaris setahun), saya berpikir mungkin sebaiknya produser Despicable Me tidak usah susah-susah membuat film spin off. “Mungkin memang para minion ini menjadi sangat lucu hanya kalau menjadi cameo, seperti keluarga Weasley di film Harry Potter,” pikir saya usai menonton sambil mengantre di toilet.

Secara keseluruhan, film ini memang membuat tertawa, tapiiiiii lelucon-leluconnya garing. Minion adalah makhluk yang aneh bin ajaib yang menurut saya tidak perlu dikuntit sejarahnya. Dia cukup menjadi pelayan Gru yang kita tidak perlu tahu masa lalu mereka.

Sedikit spoiler, film besutan Pierre Coffin ini bercerita tentang sejarah hadirnya para minion dan cerita sebelum mereka bertemu dengan bosnya, Gru. Minion sudah ada bahkan sebelum manusia diciptakan. Dia ada sejak makhluk bersel satu tercipta di bumi. Mereka makhluk yang diciptakan sebagai pengikut, dan mencari sosok penjahat untuk dijadikan bos.

Setelah gagal dengan makhluk laut, mereka ke daratan dan menjadi pengikut tyranosaurus yang ketika zamannya menjadi penjahat terkejam. Lalu gagal, karena mereka tidak sengaja membuat si T-rex punah.

Bos mereka kemudian berganti menjadi manusia, mulai dari manusia purba, Firaun sampai Napoleon. Tapi, semuanya tidak ada yang bertahan karena mereka gagal melindungi tuan-tuan ini. Sampai akhirnya mereka tiba di Amerika Serikat dan bertemu dengan seorang supervillain, Scarlet Overkill.

Ceritanya sih bisa ditebak, tipikal film hiburan. Sepanjang film, kita disuguhi tingkah laku si makhluk kacang kedelai yang menggemaskan dan agak annoying (apa bahasa Indonesianya? Mengganggu?). Beberapa leluconnya membuat tertawa, tapi tidak sedikit juga yang membuat dahi agak berkerut karena garing.

Menurut saya, film ini tidak betul-betul cocok ditonton untuk anak kecil karena ada beberapa adegan yang saya rasa bukan untuk anak usia di bawah 13 tahun. Ada beberapa adegan kekerasan yang kurang pantas dilihat anak kecil dan kalimat-kalimat yang hanya dipahami orang dewasa. Etapi anak zaman sekarang kan sudah pintar, ya. Sekolahnya saja seharian, masa tidak paham kalau ini hanya film?

Satu hal yang saya suka dari film ini adalah konsep storytelling yang dipakainya di awal cerita. Saya penyuka storytelling dan suka mendengarkan cerita. Bagi saya, konsep film anak-anak memang bagusnya seperti itu, bercerita, bukan hanya adegan dan dialog.

Hal menarik lainnya adalah penggunaan beberapa kata berbahasa Indonesia di dalam film. Sebelumnya, Coffin mengaku bahasa minion merupakan gabungan dari beberapa bahasa di dunia, termasuk Perancis, Jerman, Italia dan Indonesia. Tapi, bahasa Indonesia belum begitu terdengar di dua film induk Minions.

Baru di film spin off inilah terdengar beberapa bahasa kita, seperti kampret, tidak mau, dan terima kasih. Bahasa Indonesia termasuk yang diperhitungkan sebagai bahasa minion karena darah Indonesia yang mengalir dalam Coffin. Iyes, dia anak dari penulis lawas NH Dini dengan seorang diplomat Perancis.

Film ini cukup meledak, khususnya di Indonesia. Entah mengapa tiba-tiba semua linimasa dan jejaring sosial penuh dengan promosi film ini. Bahkan, di pusat keramaian ada badut-badut minion yang siap untuk menggoda anak-anak yang diajak jalan-jalan orangtua mereka.

Tapi, saya merasa film ini tidak akan sebaik dua film induknya, Despicable Me. Karena seperti yang saya bilang tadi, mungkin para minion akan menjadi lucu kalau dia sebagai cameo saja.

Terlepas dari cerita-cerita tentang konspirasi iluminati yang melatarbelakangi film ini, Minions cukup bagus ditonton bagi orang-orang yang butuh hiburan, terutama yang baru diputusin oleh sang kekasih. Untuk film ini, nilainya 7,0 saja. Saya sangat menghargai kerja keras para animator dan tim kreatifnya. n c02

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s