Ini Dia Jenis Investasi

Seperti yang sudah dijanjikan, kali ini saya ingin menulis jenis-jenis produk investasi. Ada beberapa jenis yang bisa dipilih, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan.

Ini tulisan saya sadur dari Reader Digest

1. Kas atau tunai.
Ada beberapa produk investasi yang masuk ke dalam kategori tunai. Meski tunai, bukan berarti menyimpan uang di lemari, ya. Salah satu produknya adalah deposito dan reksadana pasar uang.

Keuntungan investasi macam ini adalah sangat aman dan nyaris tanpa risiko. Namun, keuntungan yang diperoleh kecil. Biasanya tidak lebih dari enam sampai tujuh persen per tahun.

Anggap saja ingin menyimpan deposito sebesar Rp 10 juta. Kalau keuntungan setahun cuma tujuh persen, ya cuma dapat Rp 700 ribu setahun. Ya lumayan sih.

2. Pendapatan tetap
Investasi jenis ini bisa memberikan pendapatan tetap bagi investornya. Pendapatannya bisa bulanan atau tahunan. Produknya adalah obligasi atau surat utang.

Pernah dengar pemerintah terbitkan surat utang negara (SUN)? Nah, lumayanlah keuntungannya, bisa sampai 10 persen. Pun obligasi.

Sebelum membeli produk jenis ini, harus dilihat dulu latar belakang penjualnya. Kalau SUN sih tidak usah terlalu khawatir, ya, karena risiko gagal bayarnya kecil. Kecuali si negara bangkrut.

3. Saham
Saham adalah bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Pernah lihat tulisan ‘Tbk’ di belakang nama perusahaan? Nah, itu perusahaan berarti sudah ‘terbuka’ alias bisa dimiliki siapa saja. Orang bisa memiliki perusahaan itu dengan membeli si saham ini.

Saham bisa dibeli langsung dengan cara terjun ke perdagangan saham atau melalui reksadana. Reksadana yang masuk kategori ini tentu saja reksadana saham.

Risiko berinvestasi di saham ini cukup tinggi, karena keuntungan yang dia berikan juga tinggi. Pernah, kan, dengan orang-orang berisik soal indeks harga saham gabungan (IHSG)? Nah, ini indikator seluruh saham yang diperdagangkan.

4. Aset fisik
Jenis ini adalah aset yang ada fisiknya, bentuknya, rupanya. Biasanya, investasi jenis ini berupa emas dan properti. Potensi keuntungannya tidak menentu, sesuai dengan pergerakan harga emas dunia.

Tapi ada mitos yang mengatakan kalau investasi di emas adalah investasi yang menguntungkan. Karena, harga emas akan selalu naik (meskipun satu saat dia terjun bebas).

Nah, di beberapa jenis investasi disebut-sebut nama reksadana. Jenis ini banyak diklaim sebagai produk investasi bagi pemula. Risikonya cenderung kecil, keuntungannya pun cukup memuaskan, meskipun tidak sebesar keuntungan berinvestasi di saham.

Pada tulisan selanjutnya (kalau tidak lupa), akan saya ulas soal reksadana ini. Selamat memilih!

n c02

nb: udah kayak perencana keuangan belom gue?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s