Investasi untuk Pemula

Investasi sudah menjadi salah satu kata yang populer belakangan ini. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), investasi berarti penanaman uang atau modal dl suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.

Secara sederhana, investasi diartikan oleh orang awam seperti menabung. Sebetulnya beda tipis, sih. Kalau menabung, jumlahnya terus bertambah. Sedangkan investasi, nilainya akan berubah bergantung kondisi tempat uang itu disimpan. Bisa bertambah sangat banyak, atau justru berkurang dari modal yang disetor.

Setiap orang punya keinginan dan tujuan keuangan. Misalnya, ingin liburan keliling dunia, atau biaya di hari tua, atau mungkin biaya pendidikan anak (kalau sudah beranak). Nah, uang ini tidak bisa disiapkan secara instan, harus dikumpulkan jauh-jauh hari.

Investasi bisa jadi jalan keluar, di samping menabung. Ada beberapa jenis instrumen investasi yang bisa dimanfaatkan, bergantung pada tujuan investasi.

Misalnya, dalam 10 tahun saya ingin mengumpulkan uang untuk biaya pendidikan anak. Nah, saya akan memilih instrumen investasi yang bisa memberikan keuntungan sampai 10 tahun ke depan.

Ada beberapa jenis investasi yang bisa digunakan. Yang paling sederhana adalah emas dan deposito. Ada juga yang paling rumit, seperti saham.

heran, googling foto nabung, keluarnya selalu celengan babi. foto diambil dari female.kompas.com
heran, googling foto nabung, keluarnya selalu celengan babi. foto diambil dari female.kompas.com

Sebelum memutuskan jenis instrumen investasi mana yang akan dipakai, kita harus mengetahui profil investasi sendiri. Profil ini dihitung berdasarkan beberapa hal seperti gaji, usia, dan toleransi terhadap risiko.

Setiap orang punya profil investasi yang berbeda. Misalnya, A dan B bergaji Rp 5 juta per bulan. Tapi, pengeluaran A hanya Rp 2 juta per bulan, sementara B Rp 4 juta per bulan. Tentunya, investasi yang dilakukan A dan B tidak sama.

Nah, ada tiga jenis profil investasi:
1. Konservatif. Orang dengan profil seperti ini cenderung memilih produk investasi yang rendah risiko seperti deposito
2. Moderat. Orang tipe ini menginginkan hasil investasi atau return tinggi, tapi masih ragu saat mengambil risiko.
3. Agresif. Orang tipe ini semacam pejuang bela negara yang siap menghadapi kemungkinan berkurangnya nilai pokok investasi.

Seperti hidup, investasi pasti berisiko. Meskipun, risiko setiap produk investasi tidaklah sama. Ibarat dua sisi mata uang, dalam berinvestasi ada risiko dan return alias keuntungan. Seperti istilah dalam dunia investasi, “high risk, high return,” yang diartikan secara bebas, semakin tinggi risikonya, tinggi pula keuntungannya.

Berinvestasi juga harus rajin membaca informasi dunia. Misalnya, melihat nilai inflasi nasional, perkembangan ekonomi nasional, krisis, kenaikan harga, perubahan nilai mata uang, perang, dan lain-lain. Semua masalah yang ada di dunia ini akan berpengaruh pada pergerakan investasi yang kita ambil, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Satu hal lagi. Dalam berinvestasi, selalu ingat istilah “Don’t put all your eggs in one basket,” alias, jangan berinvestasi di satu jenis produk saja. Ini bertujuan untuk menjaga agar tidak terjadi penyesalan di kemudian hari, karena seperti hidup, nilai satu produk investasi pun bisa berada di roda paling bawah hidupnya.

Di tulisan selanjutnya akan saya jabarkan jenis-jenis produk investasi yang bisa dipertimbangkan. Kalau saya gak malas, hehe.

n c02

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s