Saya dan si Ekalaya

Sejak kecil, saya sudah menyukai moda transportasi yang satu ini. Sepeda, pertama kali saya miliki saat usia mungkin tiga atau empat tahun. Sepeda roda tiga.

Pertama kali belajar bersepeda adalah ketika saya tinggal di Semarang, Jawa Tengah. Waktu itu, saya duduk di kelas satu sekolah dasar. Tetangga, yang saya ingat bernama Didik, punya sepeda berwarna merah-abu. Sepeda itu ada roda bantuan di kanan dan kirinya, jadi tidak usah takut jatuh.

Saya iri sekali, karena Didik sudah bisa mengayuh sepeda. Sedangkan, saya cuma melihat-lihat saja. Padahal, kami seusia.

Akhirnya, saya mendekati dia dan meminjam sepedanya. Perlu perjuangan untuk bisa meminjam darinya, tapi saya berhasil (astaga, udah ganjen dari kecil).

Ternyata, bersepeda itu menyenangkan. Dengan roda tambahan itu, saya tidak perlu khawatir akan mencium tanah. Berkat sepeda merah milik Didik, saya melewati proses belajar sepeda dengan mudah.

Setelah mampu bersepeda dengan roda bantuan, ambisi baru saya adalah bersepeda tanpa roda tambahan. Kebetulan, Bapak membelikan abang saya sepeda, merek Federal. Warnanya merah mentereng dan ada stiker ‘Federal’ di salah satu batang frame.

Dulu, kalau belum punya sepeda Federal atau BMX, belum keren.

Karena masih terlalu pendek, saya belum bisa mengendarai sepeda itu. Jadi, saya belajar sepeda dengan menuntunnya. Yep, menuntun sepeda itu kemana-mana. Hal itu saya lakukan bukan tanpa alasan. Saya sedang mengumpulkan keberanian, karena itu sepeda beratnya minta ampun. Sekali jatuh, mungkin tulang-tulang saya patah. Pengalaman jatuh berakibat retak tangan dengan jidat berdarah (disangka oli) sudah cukup bagi masa kecil saya.

Setelah keberanian terkumpul, akhirnya saya belajar bersepeda. Karena kaki masih pendek, sadel sepeda tak ada gunanya. Yang penting, saya bisa. Yeeay.

Sampai saya SMP, sepeda buatan PT Federal Cycle Mustika (salah satu anak usaha Grup Astra) itu masih ada. Sayangnya, bentuknya sudah tidak karuan. Entah di mana nasibnya sekarang, karena sepeda itu diberikan kepada sepupu.

Saya kembali punya sepeda puluhan tahun kemudian, tepatnya pada 2011. Saya yang kala itu dikandangkan di kantor memutuskan membeli sepeda lipat buatan Taiwan untuk transportasi Jakarta-Depok. Kala itu, sepeda masih boleh masuk ke dalam commuter line (dan tentunya, kereta listrik kelas ekonomi). Jadi, dari Depok ke Pasar Minggu, saya menggunakan commuter line dan gowes menuju kantor. Pulangnya, saya mengayuh sepeda dari kantor ke Depok.

fold

Tapi, sepeda itu tidak bertahan lama, karena saya dipindahkan ke Bandung, lalu kembali ke Jakarta. Karena terbengkalai, saya menjualnya. Kebetulan, saya sudah bosan dengan sepeda lipat, ingin punya /mountain bike/ yang ada suspensinya.

Keinginan itu terpenuhi pada 2013. Saya membeli sepeda merek Polygon. Kala itu, merek ini tengah naik daun. Ya, saya tergiur dengan Polygon ini. Berbahan alloy, sepeda ini cukup ringan.

Sepeda itu juga berakhir di tangan orang kedua, ketika saya memutuskan untuk berpisah dengannya. Frame sepeda itu terlalu tinggi bagi tubuh saya yang imut-imut. Selain itu, saya sempat terjatuh dan nyaris dilindas ketika bersepeda dengan si Poly. Saya kesulitan mengatur keseimbangan, karena frame yang terlalu tinggi itu.

poligon

Sekarang, saya punya sepeda jenis /touring bike/ (tapi sepeda ini belom pernah dibawa tur betulan). Kebetulan, ada yang menjual frame murah berbahan /chromoly/. Tidak ada yang tahu apa merek sepeda ini, karena frame sudah dicat ulang. Di frame-nya ada tulisan ‘Federal’, tapi jelas itu sepeda bukan merek Federal.

Sepeda itu bertahan sampai hari ini dan entah sampai kapan. Mungkin nanti, saya berminat dengan sepeda tenaga matahari atau sepeda terbang seperti milik Elliott di film Extra-Terrestrial, siapa yang tahu.

Seperti barang lain dalam hidup saya, sepeda ini punya nama. Saya beri dia nama Ekalaya (Ekalawya). Nama ini berasal dari tokoh pewayangan dan merupakan salah satu pemanah yang kemampuannya setara, bahkan melebihi Arjuna. Ah, kalian cari sendirilah ya siapa dia.

federal

Mari bersepeda!

n c02

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s