Ketika Wolverine Sayang Anak

Saat mendengar nama Hugh Michael Jackman (46 tahun), kursor komputer superkeren di otak saya bergerak ke dalam folder film, lalu menarik sebuah file berjudul ‘Wolverine’. Yep, saya berkenalan pertama kali dengan pria Australia ini di film Wolverine, meskipun saya tidak yakin dia mengingat saya apa tidak.

Jackman memang lekat sekali dengan salah satu tokoh superhero bikinan Marvel tersebut. Seolah-olah, tidak ada yang bisa menggantikan Jackman sebagai Wolverine. Karena, Jackman adalah Logan, Logan adalah Jackman.

Tapiiiiii, pikiran itu terbuang seketika saat saya menonton ‘The Prestige’ (2006). Jackman bermain sangat bagus di situ sebagai seorang pesulap obsesif yang ingin menjadi nomor satu di dunia. Tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan kalau dia sebetulnya mempunyai cakar adamantium atau harus mencukur jambang setiap malam untuk akting maksimal sebagai Robert Angier.

Ketika menonton ‘X-Men: Days of Future Past’ (2014), barulah saya menyadari, si Wolverine semakin tua. Padahal, Wolverine itu mutan yang tidak pernah tua, karena dia punya kemampuan untuk memperbaiki sel yang rusak kembali seperti semula. /Means/, dia itu /immortal/.

Saya bertanya-tanya, mengapalah si Wolverine ini menjadi lembek. Tak dinyana, penyebabnya ada di film Jackman sebelumnya, ‘Prisoners’ (2013).

Wolverine kembali menyimpan cakar adamantiumnya dan (tidak perlu) mencukur jambang. Kali ini, dia berakting menjadi seorang ayah dua anak. Keller Dover hidup damai sampai Thanksgiving, ketika anak perempuannya, Anna, hilang. Diduga, anaknya ini diculik oleh pemilik van, yang pada hari hilangnya Anna, parkir tak jauh dari rumahnya. Pemilik van diperankan dengan apik oleh Paul Dano (Little Miss Sunshine, 2006).

Tapi, tidak ada bukti si pemilik van, yang belakangan diketahui bernama Alex Jones, menculik Anna dan temannya. Dover tidak percaya dan meminta polisi tetap mengawasi Jones. Namun, polisi melepaskannya begitu saja.

prisoners

Sebagai ayah yang baik dan berkomitmen melindungi keluarganya, Dover bertindak di luar prosedur. Dia menculik Jones, karena yakin laki-laki itu terlibat. Arkian, Dover menyiksa dan menyuruhnya bicara.

Tindakan tidak terpuji ini akhirnya membawa polisi ke kasus penculikan anak yang telah dilakukan selama bertahun-tahun. Apakah Dover akhirnya menemukan anaknya? Apakah anaknya masih hidup? Silakan beli DVD original ‘Prisoners’ di toko-toko terdekat.

Tindakan heroik Dover ini mengingatkan saya betapa cintanya seorang ayah kepada anaknya. Seberapapun sulitnya mencari jejak anak yang hilang, seorang ayah tidak akan tidur sampai sang anak ditemukan. Ia juga tidak diam saja menunggu polisi menemukan anaknya, tetapi juga mencari dengan caranya sendiri.

Sikap ini juga mengingatkan saya ketika Bapak mencari anak gadisnya yang kabur dari rumah. Hebatnya, beliau selalu berhasil menemukan anak gadisnya itu dalam semalam. Wew….

Tapi, tentu saja sikap Dover ada cacatnya. Saking terobsesinya dia untuk membuka mulut Jones, Dover melupakan kalau orang itu juga manusia. Dia membiarkan Jones tersiksa, karena ingin anaknya segera ditemukan. Dia lupa kalau Jones juga anak dari ayahnya.

Di film ini pula saya pertama kali melihat Wolverine menangis, benar-benar seperti seorang bapak yang hancur hatinya karena tidak tahu keberadaan anak perempuannya. Seorang bapak yang hampir kehilangan kewarasan demi menemukan putri kecilnya.

Sebetulnya, Jackman juga pernah main menjadi seorang ayah di film ‘Real Steel’ (2011). Tapi, emosinya tidak begitu tampak seperti di film ini. Menurut saya, lho.

hugh-jackman-in-prisoners-movie-2

Filmnya sendiri menuai banyak pujian. Film ini dinominasikan sebagai /best cinematography/ di Academy Awards. Rotten Tomatoes memberi skor 7,3 dari 10. Ed Gibbs dari The Sun Herald menulis, “Tidak pernah sejak Erskineville Kings (1999), Jackman tampil begitu emosional. Ini luar biasa dan layak Oscar,”.

Tapi, sayangnya, Jackman tidak mendapatkan Oscar. Selamat menonton!

n c02

220px-Prisoners2013Poster

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s