Merajut Segitiga Pascal

Kegiatan merajut memang lebih nikmat kalau dilakukan sambil mendengarkan musik. Kalau dikerjakan sambil nonton TV atau ngobrol, pasti ada saja yang salah. Akibatnya, kamu harus mempreteli apa yang sudah kamu buat dan mengulang kesalahan itu.

Iya kalau yang salah bisa diakali. Kalau tidak? Habislah kamu.

Seperti yang sudah saya katakan, merajut adalah pekerjaan menyenangkan, kalau kamu sudah menjadi ahlinya. Selain menghilangkan stres, merajut juga bisa membuatmu menjadi ahli matematika. Ini serius.

foto rajutan segitiga pascal oleh @murda_dwie
foto rajutan segitiga pascal oleh @murda_dwie

“Seumur-umur baru tau gunanya segitiga pascal. Ya, dipake buat merajut,” kata seorang lulusan Teknik Kimia Universitas Diponegoro, belum lama ini.

Saya saja tau segitiga pascal ya waktu teman saya ini bilang demikian. Hahaha, pas sekolah, deng.

Setiap merajut dengan teman ini, sebut saja dia Murda (bukan nama sebenarnya), selalu saja keluar celotehan yang berbau matematika. Atau minimal celotehan eksakta yang menurut saya terlalu serius.

Ketika membaca pola untuk membuat lingkaran sebagai atasan topi, saya cuma berpikir mengikuti pola. That’s it. Tapi Murda justru berpikiran tentang deret aritmatika. X_x

Pun ketika membuat taplak segidelapan. Saya hanya tau bagaimana ini taplak memiliki delapan sudut. Dan saat saya beritahu polanya, Murda terpikirkan segitiga pascal.

Memang, latar belakang seseorang akan mempengaruhi hidupnya, termasuk cara dia berkomentar. Yaiyalah, empat tahun berkutat dengan matematika dan kimia (empat tahun kan Murda? hehehe).

Nyatanya, bukan hanya Murda yang bikin saya pusing ketika harus berhadapan dengan lulusan matematika dan ilmu pengetahuan alam (MIPA). Ayah saya, adalah salah satu yang bikin hidup rasanya begitu teknis.

Ceritanya, beberapa waktu lalu saya minta ditemani ke Tanah Datar untuk melihat pesta rakyat yang disebut ‘Pacu Jawi’ alias balap sapi. Nah, karena tidak tahu lokasinya, kami meraba-raba. Saya mencari wilayahnya di Google Map, tapi nihil. Ayah saya yang punya peta Sumatra Barat mencari-cari. Ketemulah lokasi itu di sekitaran Batusangkar.

Peta ayah saya ajaib karena di situ ada semua kelurahan dan kenagarian di Sumatra Barat. Google Map? Boro-boro.

Nah, karena lokasinya cukup terpencil, saya bingung bagaimana menggambarkannya dalam tulisan. Kemudian ayah saya datang sambil membawa sejenis ponsel.

DSC_0650

“Kamu mau tau tempat pacu jawi ini?” tanya ayah saya. Saya mengangguk.

Beliau memberi saya ponsel ajaib yang disebutnya sebagai Global Positioning System (GPS). “Ini koordinat lokasi pacu jawi. Lokasinya 900 meter di atas permukaan laut. Siapa tahu bermanfaat buat tulisanmu,” kata ayah saya.

Saya cuma bisa melongo.

Belum selesai, lho.

Ketika di jalan pulang, kami melewati pinggir Danau Singkarak. Seorang anak sastra, pastilah akan mendesripsikan keindahan Danau Singkarak yang airnya biru kehijauan, diapit perbukitan, udara sejuk, dan lain sebagainya.

Tapi ayah saya malah menggambarkannya lain. “Danau Singkarak ini permukaannya lebih tinggi daripada Danau Dibawah yang deket kampung kita. Kalau dibuat pipa sambungan kedua danau, air akan mengalir dari Singkarak ke Danau Dibawah. Posisi Danau Singkarak itu 400 meter dari permukaan laut. Kalau Danau Dibawah cuma 300 meter. Nah, dari Danau Singkarak ini ada sungai, namanya Sungai Ombilin. Nanti Papa tunjukkan yang mana. Sungai itu muaranya sampai ke Jambi….”

Hampir 40 tahun berkutat dengan teknik sipil dan pengairan, ayah saya melihat segalanya dengan rumus.

Setiap orang tentu punya cara pandang yang berbeda terhadap satu hal. Mungkin Murda dan ayah saya melihat segala sesuatu dari sisi teknis. Sama seperti wartawan ekonomi dan bisnis yang melihat segala sesuatu dari sisi ekonomisnya. “Kalau rajutanmu dijual bisa untung 200 persen….” -__-

n c02

DSC_0659

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s