Mengapa Kera Masih Punya Ekor

Pada suatu hari kera dan kelinci membuat sebuah perjanjian. Kera harus menangkap semua kupu-kupu dan kelinci harus menangkap semua ular.

Suatu hari, kelinci sedang tidur ketika kera melewatinya. Kera berpikir, ia ingin mengerjai kelinci dengan mengambil kedua telinganya, berpura-pura menyangka bahwa telinga kelinci adalah kupu-kupu.

Kelinci sangat marah ketika mendapati kedua telinganya hilang. Dia ingin menuntut balas pada kera. Akhirnya kelinci bekerja sama dengan sahabatnya, kadal untuk mengerjai kera. Kadal sangatlah kuat.

sad monkey

Kelinci akhirnya mengendap-endap ketika kera sedang tidur siang. Dia mengawasi kera, lalu pada kesempatan yang tepat, ia dan kadal mendorong sebongkah batu ke atas ekor kera. Kera terbangun dan berusaha sekeras mungkin, menarik ekornya dari bawah batu berat yang membuat ekornya putus.

Seekor kucing, yang pada saat itu tidak mempunyai ekor, melihat kejadian tersebut. Ia mengambil ekor kera dan membawanya kabur. Kera merasa sangat marah pada kelinci.

“Maaf, kera, kupikir ekormu itu adalah seekor ular,” kata kelinci. “Ketika kau menarik telingaku, kau pun berpikir kalau itu kupu-kupu,”

Hal itu sama sekali tidak menyenangkan bagi kera. Bagaimana dia bisa hidup tanpa ekor? Dia tidak akan bisa memanjat tanpa ekornya! Maka, kera mencari kucing untuk meminta kembali ekornya.

“Wahai, kucing, tolong kembalikan ekorku,“ pinta kera setelah menemukan kucing.

“Aku akan memberikannya padamu, jika kau mengambilkanku susu,” kata kucing.

“Di mana aku mendapatkan susu?” tanya kera.

“Pergilah minta pada sapi,” jawab kucing.

Kera pergi ke tempat sapi dan berkata, “Wahai, sapi, tolong beri aku susu yang akan kuberikan pada kucing sehingga aku mendapatkan kembali ekorku,”

sapi

“Aku akan memberimu susu jika kau memberiku rumput,” jawab sapi.

“Di mana aku mendapatkan rumput?”
“Tanyalah pada petani,” kata sapi.

Kera pergi ke tempat petani dan berkata, “Pak Tani yang baik, tolong beri aku rumput yang akan kuberikan pada sapi. Sapi akan memberiku susu untuk kuberikan pada kucing sehingga aku mendapatkan kembali ekorku,”

“Aku akan memberimu rumput jika kau memberiku hujan,” kata Pak Tani.

“Di mana aku mendapatkan hujan?” tanya kera.

“Tanyalah pada awan.” jawab Pak Tani.

Kera pergi ke tempat awan dan berkata, “Awan yang baik, tolong turunkan hujan sehingga aku dapat memberikannya pada petani yang akan memberiku rumput. Rumput itu akan kuberikan pada sapi agar dia memberiku susu permintaan kucing sehingga aku mendapatkan kembali ekorku,”

“Aku akan memberimu hujan jika kau memberiku kabut,“ kata awan.

“Di mana aku mendapatkan kabut?“ tanya kera.

“Tanyalah pada sungai,“ jawab awan.

Kera pergi ke sungai dan berkata, “Oh, sungai yang baik, tolong beri aku kabut yang akan kuberikan pada awan agar dia menurunkan hujan untuk petani. Petani berjanji akan memberiku rumput yang akan kuberikan pada sapi. Sapi akan memberiku susu yang akan kuberikan pada kucing sehingga aku mendapatkan kembali ekorku,”

“Aku akan memberimu kabut jika kau dapat menemukan mata air baru untukku,“ kata sungai.

“Di mana aku dapat mencarinya?“ tanya kera

“Carilah di antara bebatuan di lereng bukit,“ jawab sungai.

monyet

Maka, kera mendaki bukit dan mencari di antara bebatuan sampai akhirnya dia menemukan sebuah mata air kecil untuk sungai. Dia membawa mata air tersebut dan memberikannya pada sungai.

Sungai memberinya kabut dan ia serahkan kabut itu kepada awan. Awan memberinya hujan, sesuai permintaan petani. Sesuai janjinya, si petani memberinya rumput yang langsung dibawanya kepada sapi. Sapi memberinya susu dan susu itu dia serahkan kepada kucing. Kucing pun mengembalikan ekor kera.

Kera sangat senang karena mendapatkan ekornya kembali. Dia menari dan menari kesenangan. Sejak saat itu, kera menjaga baik-baik ekornya. Dia masih memiliki ekornya sampai hari ini dan masih senang karenanya.

(How and Why Tales from Brazilian Folk-Lore by Elsie Spicer Eells 1917)

n c02

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s