Korban Selalu Mengaku Diserempet

#edisi curhat #abaikan

“Hobi kok jatuh, sih?” kata kakak ketika saya mengadu padanya kalau baru saja diserempet sepeda motor.

Masih segar dalam ingatan sekitar pertengahan tahun lalu saya juga nyaris terlindas angkot saat jatuh dari motor di lampu merah. Lecet di tangan dan kaki, lebam, dan bengkak di sana-sini. Dan tentu saja, trauma.

Kecelakaan yang baru saja saya alami jauh lebih parah. Ketika itu saya tengah bersepeda di pinggir jalan dan tiba-tiba sebuah sepeda motor menyerempet dan menyenggol setang sepeda. Alhasil saya kehilangan keseimbangan dan jatuh ke posisi kanan. Suara decitan rem mobil terdengar di belakang saya. Sebuah mobil sedan berusaha menghindari bertemunya roda depan mobil dan kepala saya.

Ketika berdiri, saya melihat sepeda motor ‘penyerempet’ itu melaju tanpa rasa bersalah.

Apa akibat yang dihasilkan sepeda motor sialan itu? Adalah rantai sepeda saya copot dan sadelnya miring. Mungkin ada masalah di bagian cakram rantainya, tapi saya belum cek. Kabar terakhir oleh kawan saya mengatakan sepedanya baik-baik saja.

Kaki bagian bawah (kanan dan kiri) bengkak-bengkak dan yang terparah ada di lutut kanan. Robek sampai dagingnya teriris. Huehehehe.

Oke. Setiap orang yang jatuh akan selalu merasa ‘diserempet’, bukan ‘menyerempet’. Yang jatuh selalu mengaku ‘motor itu terlalu dekat dengan saya’ atau ‘mobil itu ngebut’atau ‘supirnya lalai’ atau alasan-alasan lain yang serupa. Padahal tidak ada yang tahu sebetulnya siapa yang salah karena kejadiannya cepat sekali. Mungkin sepersekian detik.

Di Jakarta, tentu saja tidak ada yang mau disalahkan. Apabila kamu berposisi sebagai yang tidak jatuh, tentu juga akan berpikir kalau yang jatuhlah yang salah. Karena kurang hati-hati atau mungkin berkendara asal-asalan.

Apapunlah. Berkendara di Jakarta harus menyiapkan 11 nyawa. Kalau cuma satu, ya wasalam.

Jakarta tidak bersahabat dengan pesepeda. Buktinya, kalau pesepeda melaju lambat, pasti diklakson oleh pengendara motor yang ada di belakangnya. Padahal, posisi sedang macet!

Bersepeda hanya aman di car free day. Means, kamu hanya boleh bersepeda di Jakarta setiap Ahad pagi. Sisanya, silakan sikut-sikutan dengan pengendara sepeda motor atau mobil, bahkan metromini.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sudah mengeluarkan Peraturan Gubernur tentang kewajiban pegawainya menggunakan kendaraan umum menuju kantor. Tampaknya ini harus segera direalisasikan juga untuk seluruh pekerja di Jakarta (meskipun saya pikir ini perlu 10 atau mungkin 50 tahun lagi untuk ujicoba).

Supaya pesepeda mendapat haknya di jalan. Supaya pesepeda juga menjadi bagian dari transportasi. Seperti dulu ketika kendaraan bermotor belum sesempurna hari ini.

n c02

foto oleh wikipedia
foto oleh wikipedia
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s