Pejalan Kaki Dilarang Menyeberang

Membaca judulnya pastilah kalian menganggap saya ingin protes terhadap sulitnya pejalan kaki menyeberangi jalan raya, hari-hari ini. Pengendara bermotor semakin ganas, tidak memberi ruang bagi pejalan kaki, bahkan di zebracross sekalipun.

Tidak, saya ingin menulis tentang sebaliknya. Well, mungkin akan menyinggung sedikit tentang masalah di atas.

foto oleh @solopos
foto oleh @solopos

Tulisan ini saya buat beberapa jam setelah saya dibuat kesal oleh seorang pejalan kaki yang menyeberang melalui zebracross di sebuah perempatan di salah satu sudut Jakarta. Eits, jangan suuzon dulu. Pejalan kaki ini memang sudah benar menyeberang di tempat yang sudah disediakan. Tapi dia menyeberang di waktu yang sangat SALAH. Si bodoh ini menyeberang ketika lampu lalu lintas menyala HIJAU.

Lampu lalu lintas sejatinya mengatur pergerakan kendaraan bermotor. Jika nyala hijau, pengendara bermotor boleh melajukan kendaraannya ke ruas jalan selanjutnya. Tapi kalau merah, kendaraan harus berhenti di perempatan untuk memberi kesempatan pada pengendara lain dari arah yang berbeda.

Nah, sebagai orang yang patuh pada aturan, seorang pejalan kaki harusnya juga bisa membaca ritual lampu lalu lintas. Kalau menyala merah, maka itulah saatnya bagi kalian untuk menyeberang. Tapi tolonglah jika warnanya hijau, maka jangan sekali-kali mencoba menyeberang.

foto oleh @kaskus
foto oleh @kaskus

Saya juga pernah menjadi pejalan kaki. Dan saya sangat menghormati pengendara jika dia berhenti ketika lampu menyala merah. Hak saya menyeberang. Tapi saya juga harus menghormati mereka ketika lampu menyala hijau.

Untung saja tadi sempat mengerem ketika ada pejalan kaki yang menyeberang di tengah lampu menyala hijau. Kalau tidak? Yang disalahkan tetaplah pengendara bermotor dengan alasan pejalan kaki harus diberi prioritas utama. Padahal kan ada waktunya siapa yang menjadi prioritas.

Maka tidak salah ketika saya mengatakan bodoh kepada pejalan kaki yang menyeberang saat lampu hijau menyala. Sebagai balasan? Saya diteriaki balik oleh si pejalan kaki bodoh itu. Yah, mana ada manusia Indonesia ini yang mau disalahkan? Toh dia merasa sudah benar menyeberang di zebracross.

Saya pun tidak jarang menyeberang di tengah jalan raya, ketika lampu menyala hijau. Itu saya lakukan JIKA tidak ada kendaraan yang melintas. Saya juga sering menyeberang tidak di zebracross di tengah keramaian kendaraan. Tapi itu adalah cerita yang berbeda.

foto oleh @apakabardunia
foto oleh @apakabardunia

Intinya, jadilah pengguna jalan yang cerdas. Kalau tidak cerdas, setidaknya jangan bodoh-bodoh amat deh. Taruhan terbesar adalah nyawa. Untung menyeberang di perempatan jalan, pengendara bermotor masih bisa rem mendadak. Bagaimana kalau menyeberang rel? Mengerem kereta api tidak semudah mengerem mobil atau sepeda motor.

Kepada pejalan kaki, plis, be SMART! Dan kepada pengendara bermotor, plis, be SMART and be WISE.

n c02

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s