Buaian Kaliang, Millenium Wheel Nagari Minang

Dalam perjalanan menuju bandara, tidak sengaja saya melihat salah satu wahana yang ada di taman bermain Dunia Fantasi, Jakarta. Wahana tersebut disebut orang bianglala atau komidi putar. Sebagai orang yang senang ketinggian, bianglala adalah salah satu permainan favorit saya. Jika ada kesempatan, saya selalu menyempatkan diri mencoba wahana sejenis.

Millenium Wheel
Millenium Wheel

Bianglala mengingatkan saya pada permainan serupa yang hanya ada di negeri Minangkabau. Bianglala sederhana ini mereka sebut sebagai Buaian Kaliang. Buaian artinya ayunan. Kaliang berarti hitam. Kata ibu saya, bianglala versi Minang ini awalnya dibawa oleh orang-orang berkulit hitam dari India.

Saya belum menemukan referensi yang lebih sahih untuk sejarah kehadiran bianglala ini di negeri Minangkabau. Jadi, sampai hari ini saya masih percaya dengan sejarah yang diceritakan Ibu.

Buaian Kaliang (foto oleh @antarasumbar)
Buaian Kaliang (foto oleh @antarasumbar)

Buaian Kaliang merupakan bianglala sederhana yang terbuat dari kayu. Tinggi maksimal ayunan ini sepertinya cuma sekitar lima meter. Kalau bianglala modern memiliki minimal enam atau tujuh kapsul, Buaian Kaliang hanya memiliki empat kapsul sederhana (atau lima). Luas kapsulnya tidak lebih dari satu kali satu meter yang bisa diisi empat sampai enam orang. Kapsulnya terbuat dari kayu pula, bentuknya persegi empat (bayangkan meja terbalik).

DSC00236

DSC00233

Meskipun terlihat sederhana dan ringkih, kapsulnya cukup kuat. Jangan salah, ayunan ini bisa dinikmati mulai dari anak-anak hingga nenek-nenek (tentu saja asalkan mental dan jantungnya kuat). Yang gendut juga boleh naik kok.

Nah, yang membuatnya ajaib adalah ayunan ini tidak menggunakan mesin sebagai motor penggerak. Buaian Kaliang masih memanfaatkan motor tradisional. Yes, tenaga manusia. Satu ayunan setidaknya perlu didorong oleh dua sampai tiga orang. Kadang empat orang.

DSC00228

Inilah yang membuat Buaian Kaliang jauh lebih menantang adrenalin dibandingkan dengan roller coaster di taman bermain manapun. Karena bianglala ini minim keamanan. Tidak ada atap, pintu, atau sabuk pengaman. Selain itu, permainan ini juga berkecepatan tinggi. Soalnya, yang menggerakkannya adalah manusia. Jadi, ya suka-suka yang memutar saja. Kalau si operator capek, ya berhenti. Dan buaiannya tidak berputar cepat. Kalau sedang semangat-semangatnya (mungkin si operator baru selesai makan siang), Buaian Kaliang ini bisa jadi alternatif ujicoba kekuatan jantung.

Operator beraksi
Operator beraksi

Permainan ini cukup populer di negeri Minang. Sumatra Barat tidak memiliki taman bermain seperti di banyak kota besar di Indonesia. Kalaupun ada, ya hanya sejenis pasar malam yang menyuguhkan hiburan seadanya. Tapi bagi masyarakat setempat, ini sudah lebih dari cukup.

Seperti yang sudah saya katakan, Buaian Kaliang hadir di setiap pasar malam. Selain itu, komidi putar ini juga akan menjadi hiburan menarik di setiap perayaan-perayaan tertentu seperti festival tabuik, Hari ulang tahun kota, lebaran, bahkan pernikahan. Pada setiap hari balai (hari pasar), Buaian Kaliang beserta kroni-kroninya akan hadir di salah satu sudut keramaian, menghibur bocah-bocah yang sebagian besar menjerit ketakutan bercampur girang di tengah permainan. Enjoy!

n c02

nB: here is the english version

kontrol dulu biar aman
kontrol dulu biar aman
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s