Elysium: Human Zoo

Film science fiction selalu membuat saya bingung. Karena, film ini melibatkan ilmu pengetahuan yang terlalu jauh dari kenyataan dan kemungkinan-kemungkinan yang kadang meleset kalau diriset lebih dalam.

Untungnya saya bukan orang yang suka merepotkan diri dengan meriset kebenaran ilmu pengetahuan yang ada di dalam film genre ini. Saya lebih suka mengimajinasikannya.

Film sci-fi terbaru yang saya tonton adalah Star Wars: Revenge of the Sith (2005) dan Elysium (2013). Yes, yang pertama adalah film jadul pake banget, tapi tetap keren sepanjang masa. Yang kedua, adalah film sci-fi terbaru yang diperankan oleh Matt Damon.

foro oleh @atlantablackstar
foro oleh @atlantablackstar

Saya tidak mau membahas Star Wars karena film ini sudah sangat melegenda. Sebagai nonfreak Star Wars, saya tidak berani mendahului penggemar yang pastinya lebih paham seluk-beluk film besutan George Lucas ini. May the Force be with them.

Ketika menonton Elysium, saya teringat akan film Wall-e (2008). Adalah ketika zaman sudah sangat canggih dan manusia hidup di sebuah planet buatan yang serba otomatis. Hidup menjadi sangat sangat mudah karena apapun yang diinginkan bisa terwujud, termasuk sembuh dari penyakit jenis apapun bahkan yang ganas sekalipun.

Di sisi lain, film ini mengingatkan saya pada film Upside Down (2012) dan In Time (2011), yaitu ketika manusia terdiri dari dua jenis, kita sebut saja kasta tinggi dan kasta rendah. Kasta tinggi akan mendapat segala jenis layanan dan kehidupan yang lebih dari layak. Sementara kasta rendah berjuang demi sesuap nasi, aturan yang kadang tidak realistis, terkungkung oleh keterbatasan, dan masih banyak lagi. Intinya seperti langit dan bumi.

foto oleh @screenrant
foto oleh @screenrant

Max (Damon) adalah salah satu rakyat kasta rendah yang tinggal di bumi, tepatnya di Kota Los Angeles. Dia bekerja di sebuah pabrik produsen robot, yang merupakan suplier robot ke Elysium. Elysium adalah sebutan untuk planet buatan yang dihuni masyarakat kasta tinggi. Pada suatu hari, Max mengalami kecelakaan kerja dan terkena radiasi. Dokter robot bilang, Max hanya punya waktu lima hari sebelum menghadap ilahi.

Tidak terima keputusan dokter robot, Max menemui seorang ilmuwan sekaligus pembelot yang mampu menerbangkan pesawat ke Elysium. Tujuannya adalah Med-bay, yaitu sejenis ruangan yang memiliki alat penyembuh segala jenis penyakit. Alat ini disebut personalized healthcare. Max ingin ke sana untuk menyembuhkan radiasi dalam tubuhnya.

foto oleh @geoffreview
foto oleh @geoffreview

Tapi untuk ke sana, ada harga yang harus dibayar. Max yang kere diminta untuk mencuri data salah satu penghuni Elysium, yang tidak lain adalah bos tempatnya bekerja. Dari sini, masalah menjadi sangat rumit. Apalagi setelah Max bertemu dengan teman masa kecilnya, Frey (Alice Braga). Plus pemberontakan diam-diam di dalam Elysium, konflik si kaya dan si miskin memanas.

Film ini mungkin merepresentasikan kehidupan di masa depan. Jurang antara si kaya dan si miskin sudah begitu dalam, dan manusia tidak lagi memiliki rasa peduli dan kasih sayang terhadap sesama. Yang miskin berupaya untuk sembuh dengan segala cara, bahkan harus membayar mahal. Sementara si kaya hidup bermewah-mewah tanpa simpati pada orang kasta rendah. Si kaya bahkan menganggap si miskin sebagai ancaman. Karena mereka anarkis, tidak beradab, tidak berbudaya, jorok, dan kasar (padahal itu terjadi karena mereka yang di Elysium juga).

Film ini mengingatkan saya (lagi) pada sebuah tempat di muka bumi, tempat berbagai jenis hewan dikumpulkan, dirawat, dan dijadikan tontonan. Yes, kebun binatang.

foto oleh @hollywoodreporter
foto oleh @hollywoodreporter

Dunia buatan di orbit kita anggap saja sebagai kebun binatangnya. Masyarakat kasta tinggi kita anggap sebagai hewan-hewan penghuni kebun binatang. Robot-robot berperan sebagai ranger yang menjaga hewan-hewan di kebun binatang. See? Mirip kan?

Bedanya, si kebun binatang ini menguasai dunia luar dengan aturannya yang serba aneh dan tidak masuk akal. Seperti kebun binatang, manusia di dalam Elysium juga terdiri dari berbagai jenis, termasuk yang ingin membelot dan menguasai Elysium dengan menggulingkan presiden yang saat ini menjabat.

Di dunia nyata, Elysium memang belum ada. Tapi gap antara miskin dan kaya sudah mulai tampak. Sifat antipati sudah mendarah daging. Tinggal menunggu waktu saja sampai manusia akhirnya meninggalkan bumi yang sudah mereka cemari sendiri dan hidup di bumi buatan. Dan bahkan mungkin pada akhirnya manusia hidup dengan waktu yang terbatas dan dapat dibeli seperti di film In Time.

Buat penggemar film sci-fi, film ini layak tonton. Dibandingkan dengan Oblivion (2013), saya rekomendasikan nonton ini saja deh. 7,5/10

n c02

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s