Saya Selamat!

Perjalanan Solo Bagian IIII

Sampai di sini, mungkin kalian akan menertawakan nasib saya. Kalau diingat-ingat, saya pun akan tertawa. Tapi ketika mengalami itu, saya menangis sejadi-jadinya.

Satu-satunya tempat yang saya tahu di kota kecil itu adalah Universitaet Bamberg. Saya harus ke universitas itu. Siapa tahu, pesta selamat datang masih berlangsung.

Karena tidak tahu rute angkutan umum di sana, saya memutuskan untuk naik taksi. Taksi di Jerman, atau setidaknya di Bamberg, bukan mobil jenis sedan, melainkan mobil keluarga sejenis CRV. Yah, merknya tentu saja Mercedes Benz, BMW, dan Audi.

foto oleh @focus.de
foto oleh @focus.de

Saya diarahkan ke taksi yang parkir paling depan. Supir saya adalah perempuan paruh baya. Usianya mungkin sekitar 40 tahun.

Ini pertama kalinya saya naik taksi, di negeri orang pula. Taksi mewah pula.

Jarak dari stasiun ke universitas tidak sampai lima menit. Tapi biayanya mencapai sembilan euro. Kala itu, satu euro setara Rp 15.000 (hitung sendiri deh, ngenes).

Ketika menurunkan barang dari taksi, saya menyadari ada satu hal yang sepertinya hilang. Yes, satu goodie bag yang berisi camilan dari emak dan charger notebook.

Saya mengingat kembali apa yang saya lakukan di bis. Hm… tidur PULAS. Koper dan tas saya simpan di kursi, termasuk goodie bag tersebut. Sepertinya goodie bag itu terjatuh ke bawah kursi sehingga saya tidak melihatnya dan tidak membawanya turun.

Hati saya mencelos. Tadinya saya menyimpan notebook di goodie bag tersebut. Entah bagaimana perasaan ini kalau saya tidak memindahkan note book ke dalam tas ketika berada di bandara Frankfurt. Tapi chargernya…. *garuk-garuk tanah.

Oke. Satu masalah baru yang menuntut penyelesaian. Saya ingin kembali ke stasiun untuk mencari goodie bag di bis. Tapi niat itu saya urungkan karena saya harus mencari kejelasan soal nasib saya lebih dulu. Saya tidak mau tidur di jalanan yang dingin ini.

foto oleh @duz-wissenschaftskarriere
foto oleh @duz-wissenschaftskarriere

Tapi seluruh masalah itu seperti beban puluhan ribu ton yang mendera saya dari waktu ke waktu. Ditambah universitas yang kosong melompong, saya merasa dunia sedang mencemooh dan mempermainkan hidup saya. Tangis saya (yang sedari kereta ditahan-tahan) akhirnya pecah di lorong universitas. Ingin rasanya kembali pulang, tapi tiket pulang baru berlaku 30 hari lagi. Saya tidak tahu apa-apa tentang kota itu. Tidak tahu di mana harus menginap. Untuk makan pun, toko sudah tutup.

Saya merasa sedang didorong ke lubang hitam dan disudutkan ke sudut dunia paling sudut. Saya membayangkan sebuah tangan raksasa menunjuk-nunjuk dan sebuah muka jahat sedang menertawakan saya. “Rasain lo,” begitu katanya.

Mungkin ada 10 menit saya menangis sesegukan sampai akhirnya menemukan sepasang malaikat penyelamat. Mereka berasal dari jurusan psikologi, dan baru akan kembali pulang. Waktu menunjukkan pukul 11 malam.

Menahan tangis dan berusaha sok kuat, saya menceritakan dari mana dan akan ke mana. Awalnya, mereka tidak tahu apa-apa tentang program beasiswa yang saya ikuti. Tapi mereka mengajak saya ke ruang internet dan mencari program tersebut. Dan mereka menemukan sebuah nama.

Keduanya mengajak saya ke bagian lain universitas. “Semoga masih ada panitia yang stand by,” kata malaikat penyelamat saya.

Raja Semesta akhirnya melunak. Kepala panitia acara belum pulang ke rumahnya. Dia masih mengurus dokumen setelah pesta selamat datang usai. Saya menceritakan seluruh pengalaman saya. Dan dia hanya tertawa. -__-

Karena seluruh mahasiswa sudah diantar ke apartemen, saya tidak bisa ke sana malam ini. Pria gempal yang bernama Dr Andreas Weihe ini mengatakan, saya akan menginap malam ini di rumahnya. Besok, baru saya diantar ke apartemen tempat seluruh mahasiswa tinggal selama program berlangsung.

Saya merasa sedang diangkat dari sumur yang dalam, gelap, dan pengap. Saya selamat!

n co2

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s