Surga itu Ada di 2.400 MDPL

(Catatan Perjalanan Semeru Bagian II)

Dan Kami telah menjadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh agar ia (tidak) guncang bersama mereka, dan Kami jadikan pula di sana jalan-jalan yang luas, agar mereka memperoleh petunjuk (QS 21:31).

Begitu kira-kira terjemahan surat Al-Anbiya yang menyinggung soal pegunungan. Tuhan menciptakan gunung sebagai tonggak agar bumi menjadi kokoh. Ia berdiri perkasa di tempatnya, menjulang ke langit, melindungi apa yang ada di bawahnya.

IMG02084-20130610-0858

Di balik kokohnya gunung, Tuhan telah menyelipkan setitik surga di dalamnya. Meskipun terlihat sangar, gunung menyimpan sebuah keindahan yang tidak bisa didapat di tempat mana pun. Setetes air surga itu Tuhan cipratkan ke Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Surga itu bernama Semeru.

Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa. Puncaknya, Mahameru, memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Semeru merupakan salah satu gunung api yang masih aktif di Indonesia. Pesona keindahan yang ada di dalamnya membuat Semeru menjadi salah satu daya tarik tidak hanya bagi pendaki, tetapi juga wisatawan awam.

Salah satu titik keindahan di Semeru ada di ketinggian 2.390 mdpl, di sebelah Timur Puncak Mahameru. Ranu Kumbolo, begitu orang-orang menyebutnya. Sebuah dataran di kaki Gunung Semeru ini memiliki luas hampir 15 hektar dengan sebuah danau di tengahnya. Sesuai namanya, ranu yang berarti danau dan kumbolo yang memiliki arti tempat berkumpul, tempat ini memang menjadi lokasi persinggahan bagi pendaki yang ingin menaklukkan Mahameru.

Sesuai dengan fungsinya, puluhan tenda terpancang di sekeliling Ranu Kumbolo ketika saya dan rekan sampai di kaki Gunung Semeru tersebut, belum lama ini. Sebagian dari tenda tersebut ada yang baru saja selesai menaklukkan Mahameru. Sebagian lagi baru akan mengumpulkan tenaga untuk pergi ke sana. Berbagai merk tenda berdiri bagaikan perumahan yang baru saja dibangun di pinggir danau. Tenda berdiri acak lantaran tidak semua lahan datar.

Keindahan Ranu Kumbolo tidak hanya bentangan danau seluas delapan hektar saja, tetapi juga lembah yang dilukis Tuhan di sisi Timur. Bila berkemah di sisi Barat danau, matahari terbit merupakan satu pesona lain yang ada di Ranu Kumbolo. Apalagi jika matahari terbit tepat di pertemuan dua lembah di sisi Timur.

IMG02089-20130610-0923

foto oleh @djongiskhan
foto oleh @djongiskhan

Pertunjukan jatuhnya kabut dari lembah ke danau merupakan satu keajaiban lain yang dimiliki oleh danau yang menurut legenda merupakan tempat pemandian para dewa ini. Siapapun akan terpesona melihat segulung kabut turun dari sisi kanan dan kiri bukit yang mengelilingi Ranu Kumbolo, dihembus angin menuju ke permukaan danau yang memantulkan warna kelabu kabut. Atraksi ini tidak akan ditemukan di manapun kecuali di Ranu Kumbolo. Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?

Dingin angin yang menggigit sepanjang malam akan terlupakan dengan sejumlah keajaiban yang ada di Ranu Kumbolo. Kucuran deras keringat yang dihasilkan untuk bisa mencapai Ranu Kumbolo terbayarkan dengan keindahan danau itu sendiri. Airnya yang segar melepas dahaga setelah perjalanan yang seolah tiada akhir. Perjalanan panjang penuh penderitaan menuju dan dari Mahameru pun terbayar dengan pelukan alam Ranu Kumbolo.

Rekan saya bercerita dulu di Ranu Kumbolo terdapat banyak sekali pohon edelweiss. Bahkan satu waktu air di danau membeku saking dinginnya suhu di sana. Namun kini kondisinya berbeda. Pohon bunga edelweiss telah menghilang dan danau jarang lagi membeku. Namun udaranya masih dingin menggigit dan suhu masih di bawah nol.

Wisata ke Semeru menjadi sangat terkenal ketika sebuah film tentang tanah tertinggi di Jawa ini diluncurkan. Film tersebut memotivasi ribuan orang untuk menginjakkan kakinya ke tanah Semeru. Film ini menjadi semacam jampi-jampi untuk orang-orang menjadi pendaki mendadak.

Hal ini berdampak pada padatnya pos persinggahan Semeru dan antrean panjang menuju Mahameru. Hal itu saya lihat sendiri ketika rekan dan saya berjuang menuju Mahameru. Sejak pukul 23.00, puluhan bahkan ratusan orang mulai melakukan hiking menuju Mahameru. Lampu-lampu senter terlihat membentuk pola seperti ular. Jarak antara satu lampu dan yang lain sangat dekat, dan jumlahnya membludak.

IMG02087-20130610-0900

Pun ketika berada di puncak, Mahameru tidak lagi terlihat seperti puncak gunung api tertinggi di Jawa, melainkan seperti pasar pagi. Ratusan orang menanti letupan kawah Semeru yang tiap 15 menit sekali mengeluarkan asap.

Tidak hanya itu, kedatangan pendaki-pendaki dadakan ini membuat Ranu Kumbolo menjadi tercemar. Banyak pendaki yang tidak menyimpan sampahnya untuk dibawa turun. Ada pula yang dengan tidak berperikemanusiaan membuang sampah ke dalam danau. Bahkan ada yang mandi di danau. Padahal danau tersebut merupakan satu-satunya sumber air minum bagi penghuni Ranu Kumbolo.

Puncak Semeru pun mengalami nasib yang sama. Masih saja ada yang membuang sampah plastik di pasir hitam Mahameru. Padahal mereka tahu kalau sampah plastik tidak mudah mengurai.

Ada sebuah etika yang sudah sangat dikenal oleh pendaki. Seharusnya siapapun yang ingin kembali ke Semeru atau ke gunung mana pun juga harus mengindahkan etika ini:
Jangan mengambil apapun kecuali gambar.
Jangan meninggalkan apapun kecuali jejak.
Jangan membunuh apapun kecuali waktu.

n c02

IMG02075-20130610-0851

Advertisements

3 thoughts on “Surga itu Ada di 2.400 MDPL

  1. sepertinya tiap generasi memiliki kenangannya masing2 tentang semeru. Gie mungkin melihat semeru sebagai raksasa yang diselimuti kesunyian, sementara kita susah membedakan apakah itu gunung atau mall…

    jadi penasaran generasi selanjutnya melihat semeru sebagai apa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s