Yakin Smartphone Bikin Lebih Smart?

sleepingphone

Pukul 05.15 alarm berbunyi membangunkan saya dari mimpi indah. Bunyi alarm tersebut berasal dari ponsel pintar yang telah menemani saya selama hampir dua tahun. Setelah mematikan alarm, saya mengecek agenda hari ini, masih dari ponsel pintar. Saya mengecek apakah ada email penting, pesan singkat, atau pun pesan lain yang dirasa perlu segera ditindaklanjuti.

Banyak orang yang tidak menyadari hari-hari mereka (termasuk saya) telah dihabiskan untuk mengecek smartphone masing-masing. Ponsel segala bisa itu menyedot perhatian pemiliknya lebih lama dibandingkan interaksi langsung sesama manusia.

Ponsel pintar tersebut diklaim sebagai alat yang membuat banyak hal menjadi lebih mudah, efisien, menghemat waktu, menjembatani jarak, dan mengurangi biaya. Well, saya sendiri mengakuinya. Hanya dengan satu ponsel saya bisa berhubungan jarak jauh dengan orangtua, mengirimkan order dari kantor, mengirim uang, mencari informasi, bahkan memiliki alarm. Pokoknya, memiliki sebuah smartphone seperti mempunyai asisten pribadi.

Namun ada yang aneh dengan si ponsel pintar. Meskipun ratusan juta smartphone beredar di seluruh dunia, ekonom tidak bisa melihat keberadaannya. Padahal di jalanan banyak orang yang berkutat dengan ponsel mereka. Bahkan banyak diantara orang-orang tersebut yang bahkan tidak bisa melepaskan mata dari ponsel pintarnya. Bagaimana mungkin ekonom tidak bisa melihatnya?

computer-brain

Ekonom tidak berhasil menemukan jawaban bagaimana si ponsel pintar ini bekerja sesuai dengan fungsinya, seperti yang diklaim orang-orang. Mereka tidak melihat bagaimana perangkat ini bisa meningkatkan produktivitas pekerja, sama seperti yang telah dilakukan komputer secara kejam selama 70 tahun terakhir.

Hal ini terbukti dari rendahnya angka produktivitas pejabat Amerika Serikat beberapa tahun terakhir. Angka produktivitas mereka tercatat lebih rendah 3 persen bila dibandingkan dengan era sebelum smartphone hadir, yaitu sekitar 1995-2004. Sejak 2004, tingkat pertumbuhan produktivitas pejabat AS adalah sekitar 1,5 persen. Rasio ini jauh di bawah rata-rata jangka panjang sebesar 2,25 persen. Angry Birds telah mengalihkan perhatian mereka dari tugas negara.

Ekonom dari Northwestern University Roberd J Gordon mengungkapkan iPhone tidak memberikan kontribusi apapun dalam peningkatan produktivitas mereka. Justru sebaliknya, iPhone membuat mereka lupa fungsi ponsel sebenarnya.

Berbeda pendapat dengan Gordon, Chief Executive Ebay John Donohoe mengklaim teknologi justru membuat bisnis jauh lebih profuktif. “Mereka mengambil foto dan mengirimkan ke web dalam dua menit,” ujarnya. Dengan cara yang secepat itu mereka bisa menjual lebih banyak barang di situs tersebut, dan menghasilkan keuntungan yang besar?

Lalu bagaimana mesin memberikan pengaruh pada hidup dan bisnis manusia? Dapatkah seseorang mencari satu lini bisnis yang tidak menggunakan perangkat ini?

Kita ambil satu contoh. Satu tahun yang lalu pilot jet kecil akan melakukan pengisian bahan bakar di lokasi pengisian yang mereka temukan secara acak. Harga bahan bakar ditentukan oleh perantara dan tidak dapat diprediksi. Namun hari ini, hanya dengan selembar perangkat elektronik yang tipis pilot bisa menemukan lokasi pengisian bahan bakar dengan harga terbaik.

Perangkat ini disebut Fueler Linx. Pendirinya, Kevin Moller, mulai mengumpulkan harga di 1.800 lokasi di AS melalui telepon dan fax, dan memasukkan data tersebut ke dalam komputer. Pilot dengan mudah mendapatkan harga dan lokasi bahan bakar melalui smartphone mereka.

ibm_human_brain

“Lima tahun lalu prosesor dan internet tidak sebaik sekarang. Kini orang bisa mendapatkan lebih,” ujar Moller, seperti dilansir laman Wall Street Journal, belum lama ini. Bukti ini hanya contoh kecil di satu lini bisnis. Kekuatan komputer telah menggerogoti semua lini seperti virus. Seluruh industri telah menyatu dengan teknologi.

Insinyur Software Marc Andreessen bahkan menggambarkan masa depan akan diisi oleh dua kelas: mereka yang memprogram mesin, dan mereka yang diprogram oleh mesin.

Teknologi berubah sangat cepat. Bahkan lebih cepat dari manusia. Hal yang membuat keuntungan perusahaan tetap tinggi dan lapangan kerja masih lemah adalah karena teknologi, bukan karena lebih banyak orang bekerja.

Pada akhirnya, semua akan kembali pada teori JCR Licklider di 1960 yang mengatakan dalam beberapa tahun ke depan otak manusia dan komputerisasi akan bersatu, menghasilkan otak yang berpikir seperti sebuah mesin. Dan ini sedang terjadi sangat cepat.

n c02

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s