Cinta Segitiga Siprus, IMF, dan Uni Eropa

Anne Thornton (56 tahun) sangat senang ketika vila miliknya di Siprus akhirnya terjual pada 12 Maret 2013. Proses penjualan vila tersebut tergolong cepat, hanya sembilan bulan. Biasanya penjualan properti di pulau mediterania tersebut bisa sampai empat hingga lima tahun.

Penjualan vila senilai 200 ribu euro tersebut akan ditransfer dari si pembeli ke pengacaranya melalui Bank of Cyprus. Dengan memakan waktu satu pekan, Thornton meyakini uangnya akan segera berpindah ke rekeningnya di bank Inggris.

Namun pada 16 Maret Thornton mendapat pukulan keras ketika pemerintah Siprus dinyatakan pailit dan akan menerima bailout. Ditambah lagi sejak saat itu seluruh bank di Siprus ditutup dan seluruh dana dibekukan.

Cyprus Seeks EU Bailout To Avert Financial Crisis

“Krisis mendatangi saya. Pemilik baru telah menempati vila barunya sedangkan tidak ada uang yang saya terima atas jual-beli tersebut,” keluh Thornton, seperti dilansir The Telegraph.

Seluruh rencana ibu satu anak ini untuk merenovasi rumahnya buyar. Setiap hari ia merasa uang penjualan vila semakin samar akibat keputusan yang dibuat pemerintah Siprus.

Tidak ada asap kalau tidak ada api. Krisis Siprus dimulai ketika Dewan Uni Eropa memutuskan untuk menghapus utang Yunani dengan mengucurkan bantuan dana pelunasan dan pemangkasan tagihan obligasi investor swasta hingga 53,5 persen. Keputusan terakhir membuat perbankan di Eropa mengalami kerugian, termasuk perbankan Siprus yang membuka cabang di negeri pada dewa tersebut.

Dua bank besar Siprus kehilangan lebih dari 4,5 miliar euro pada 2011 akibat krisis Yunani. Ketika itu nilai kerugian yang dialami dua perbankan itu setara dengan 25 persen dari total produk domestik bruto (PDB) Siprus.

Keputusan dewan menohok perbankan Siprus sehingga keduanya perlu suntikan dana untuk rekapitalisasi. Keputusan lain dari pertemuan tersebut menyebutkan bila bank tidak mampu menyuntikkan modal sendiri, maka negara bertanggungjawab atas itu. “Itulah untuk pertama kalinya seseorang mengatakan perbankan Siprus memerlukan bantuan,” kata Gubernur Bank Sentral Siprus Athanasios Orphanides dalam wawancaranya dengan The Economist.

Dana Moneter Internasional (IMF) dan Uni Eropa akhirnya menawarkan pilihan bagi Siprus, yaitu dana talangan (bailout) senilai 10 miliar euro untuk menyelamatkan ekonomi kepulauan tersebut. Dana ini 7 miliar euro lebih sedikit dari perkiraan kebutuhan dana darurat Siprus. Namun IMF dan Uni Eropa menolak memberi dana sesuai kebutuhan Siprus. Pasalnya jika pinjaman senilai 7 miliar dikabulkan, tingkat utang negara kepulauan yang terbelah akibat perang ini akan semakin tinggi sehingga bakal sulit bagi Siprus untuk terlepas dari hutang. Hal ini berarti Siprus harus mencari sendiri dana senilai 7 miliar euro untuk memenuhi kebutuhannya.

Dana talangan ini tidak gratis. Dalam pertemuan selama 10 jam pada 15-16 Maret 2013, IMF meminta beberapa syarat sebelum dana talangan dikucurkan. Siprus harus setuju menaikkan pajak perusahaan sebesar 2,5-12,5 persen sebagai ganti dana darurat tersebut. Siprus juga harus menerapkan pajak sebesar 6,75 persen untuk nasabah dengan tabungan di bawah 100 ribu euro dan 9,9 persen untuk tabungan di atas 100 ribu euro.

“Ini bukan hasil yang menyenangkan. Tapi dibandingkan dengan kemungkinan lain, cara inilah yang terbaik,” ujar Menteri Keuangan Siprus Michalis Sarris.

73cd147714da79c4ae08c77f600ef0ed

Keputusan ini memicu kemarahan pemilik rekening di seluruh perbankan Siprus. Rakyat Siprus melakukan protes besar-besaran dan kemudian menarik uang mereka dari bank. Rakyat menganggap penerapan pajak tersebut adalah sebuah ‘perampokan’.

Untuk mengantisipasi penarikan besar-besaran, pemerintah Siprus mengeluarkan aturan yang membatasi penarikan maksimal dari ATM sebesar 100 euro per hari. Pembatasan diberlakukan pada dua bank besar Siprus yang menjadi awal konflik tersebut, Bank of Cyprus dan Cyprus Popular Bank.

Keputusan pajak deposito juga tidak diterima dalam rapat parlemen Siprus. Dari suara yang dikumpulkan, tidak satu pun yang menyatakan setuju. Sebanyak 36 suara menolak dan 19 anggota abstain.

Pemerintah Siprus akhirnya mencari upaya lain untuk menyelamatkan perbankan Siprus. “Kami harus mencari alternatif lain,” ujar Menteri Keuangan Luxemburg Luc Frieden yang menjadi salah satu anggota Uni Eropa yang hadir dalam pertemuan dengan Siprus dan IMF.

Keputusan penolakan tersebut didukung oleh rakyat Siprus, termasuk nasabah Rusia. Investor Rusia diperkirakan menyimpan dana sekitar 30 miliar euro di bank Siprus. Bila kesepakatan pajak deposito diberlakukan, kerugian besar akan dialami masyarakat Rusia.

Namun demikian Rusia menolak menyelamatkan perbankan Siprus. Penolakan tersebut terjadi ketika Sarris meninggalkan Moskow tanpa kesepakatan, Jumat (22/3) waktu setempat. Siprus menawarkan perpanjangan utang senilai 2,5 miliar euro dan pemotongan bunga utang. Siprus juga menawarkan kerja sama sektor energi dan perbankan. Namun tawaran tersebut ditolak mentah-mentah.

Kesepakatan baru muncul pada detik-detik terakhir tenggat waktu kesepakatan. Presiden baru Siprus Nicos Anastasiades dari Partai Reli Demokrat setuju salah satu bank besar negaranya ditutup, Cyprus Popular Bank. Nasabah yang memiliki simpanan di bawah 100 ribu euro akan dialihkan ke Bank of Cyprus. Sedangkan nasabah yang memiliki simpanan di atas 100 ribu euro, termasuk Anne Thornton, harus menelan pahit ludah mereka karena simpanan tersebut dibekukan. Tidak ada jaminan apakah uang tersebut akan kembali atau tidak.

Ekonom Siprus Fiona Mullen berpendapat kesepakatan terbaru akan mempersulit perusahaan untuk membayarkan gaji karyawan dan melakukan operasional sehari-hari. Penutupan bank yang dikenal dengan nama Laiki ini juga akan meningkatkan pengangguran. “Pengangguran kini sudah 15 persen dan akan bertambah menjadi 20 persen dalam waktu tiga bulan,” kata dia.

Siprus bukan satu-satunya negara yang mendapatkan bailout dari Uni Eropa dan IMF. Sebelumnya ada empat negara yang sudah lebih dulu menyatakan tidak sanggup berdiri sendiri untuk mengembalikan stabilitas ekonomi negaranya.

Yunani merupakan negara Eropa pertama sejak krisis yang mendapat bantuan keuangan. Negara ini dibantu pertama kali pada 2010 senilai 110 miliar euro. Kali kedua Yunani dibantu lagi dengan 270 miliar euro dalam bentuk penghapusan utang. Hal ini menjadi salah satu pendorong kebangkrutan bank di Siprus.

Situasi gagal bayar di perbankan Irlandia membuat pemerintahnya akhirnya menyerah pada bailout Uni Eropa. Negara tersebut mendapatkan dana senilai 85 miliar euro pada 2010 dengan syarat yang sama dengan Yunani, yaitu penghematan anggaran melalui kenaikan pajak, pemangkasan anggaran publik, dan mengurangi jumlah pegawai negeri sipil. Irlandia berhasil memenuhi syarat bailout dan mengembalikan dana bantuan secara bertahap.

Nasib serupa dialami oleh Portugal. Negara kelahiran Cristiano Ronaldo tersebut mendapatkan dana bantuan senilai 78 miliar pada 2011 akibat krisis ekonomi global. Sama seperti Irlandia, Portugal berhasil mengembalikan dana bailout sedikit demi sedikit.

Setelah sistem perbankannya dikerumuni semut kebangkrutan, Spanyol menyerah pada bantuan dana Uni Eropa. Sebanyak 100 miliar euro dikucurkan untuk negara di selatan Eropa tersebut. Namun hanya 41 miliar euro yang dipakai Spanyol untuk membantu perbankan yang minim likuiditas.

Menyusul Siprus, Slovenia dikabarkan juga mengalami masalah pada sistem perbankannya. Sama seperti negara Eropa lainnya, Slovenia berada di dalam resesi akibat melemahnya neraca ekspor. Disinyalir negara tersebut bakal menjadi negara keenam yang memerlukan dana talangan dari Uni Eropa. IMF mengungkapkan negara beribukota Ljubljana ini harus meningkatkan anggarannya senilai 3 miliar euro untuk mencegah terjadinya kondisi serupa dengan Siprus

Namun pemerintah Slovenia membantah isu kebangkrutan. “Kami belum memerlukan bailout tahun ini,” tegas Menteri Keuangan Slovenia Uros Cufer, seperti dilansir laman Reuters. Kita lihat saja kelanjutannya.

n c02

uni_eropa_benderacflickr_rockcohen

Advertisements

2 thoughts on “Cinta Segitiga Siprus, IMF, dan Uni Eropa

  1. keren,, kbetulan sya sedang mngrjkan skripsi ,, dan tertarik dgn permasalahan ini, informasinya sangat membantu , terimakasih 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s