OC Mudahkan Nasabah Peroleh Layanan Syariah

Majunya perekonomian Indonesia meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya produk-produk halal. Hal ini sesuai dengan nilai-nilai Islam yang mayoritas dianut masyarakat Indonesia.

Produk-produk halal berasal dari perusahaan bisnis yang menjalankan usahanya dengan sistem syariah. Perusahaan halal tentunya mendapatkan pendanaan dari lembaga keuangan syariah, baik bank maupun nonbank.

Namun minimnya outlet perbankan syariah di Indonesia menyebabkan masyarakat kesulitan untuk mendapatkan pendanaan sesuai syariah. Perbankan syariah hanya memiliki sekitar 1.500 outlet, sedangkan konvensional memiliki lebih dari 20 ribu outlet.

Untuk itulah sistem office channeling dibuat regulator. Sistem ini dibentuk Bank Indonesia untuk mempermudah perbankan syariah, khususnya bank umum syariah, mendapatkan nasabah dari bank induk.

Dengan layanan syariah channeling outlet, nasabah dapat menghemat waktu lebih banyak untuk mencapai kantor cabang syariah. Perbankan bisa menjaring lebih banyak nasabah melalui kantor induk sehingga meningkatkan efisiensi perusahaan

Salah satu bank syariah yang sukses menerapkan sistem office channeling adalah BNI Syariah. Direktur Bisnis BNI Syariah, Imam T Saptono, mengungkapkan anak usaha PT Bank BNI ini telah memiliki lebih dari 1.000 outlet channeling. Sedangkan outlet BNI Syariah sendiri hanya berjumlah 214 outlet yang terdiri dari 49 kantor cabang, 89 Kantor cabang pembantu, 5 kantor kas, 22 Mobil Layanan Gerak (BLG), 11 kantor cabang mikro dan 38 kantor cabang pembantu mikro.

Imam mengakui melalui sistem channeling perusahaan bisa menghemat biaya operasional perusahaan. Dengan model ini perusahaan induk membagi berbagai layanan yang telah dimiliki seperti sistem IT, ATM, contact center hingga outlet. “Kondisi ini bisa meningkatkan efisiensi khususnya dalam hal operasional 20-30 persen,” katanya kepada Republika, pekan lalu.

Layanan channeling khususnya ditempatkan di daerah-daerah yang masih jauh dari kantor cabang BNI Syariah. Hal ini dilakukan untuk memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi dana murah. Keterbatasan outlet BNI Syariah tidak menjadi alasan bagi perusahaan untuk mempersulit nasabah dalam mendapatkan layanan syariah.

Sistem ini memang baru dapat diterapkan untuk pengumpulan dana murah dari masyarakat. Sistem channeling belum lagi bisa melayani masyarakat untuk mendapatkan pendanaan syariah. Namun demikian dengan sistem ini masyarakat dan pengusaha kecil bisa mendapatkan layanan untuk transaksi tabungan. Sehingga transaksi usaha bisa dilakukan dalam waktu cepat.

BNI Syariah juga terus berupaya meningkatkan produk pembiayaan syariah untuk kepentingan pengembangan mikro di Indonesia. Melalui outlet mikro yang dimiliki, BNI Syariah telah menyalurkan pembiayaan mikro sebesar Rp 135 miliar per September 2012. Pembiayaan ini disalurkan melalui 11 kantor cabang mikro dan 38 kantor cabang pembantu mikro. “Kami menargetkan akhir tahun ini total outlet mikro 60 kantor,” kata Imam.

Diharapkan dengan 60 outlet mikro BNI Syariah bisa berpartisipasi dalam pengembangan usaha UMKM Indonesia. Pasalnya lebih dari 80 persen pengusaha Indonesia bergerak di sektor UMKM, khususnya sektor mikro.

n c02

Advertisements

3 thoughts on “OC Mudahkan Nasabah Peroleh Layanan Syariah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s