Saya Tidak Sakit!

Anorexia nervosa, atau anorexia, merupakan sebuah kelainan yang sudah sedikit familiar kita dengar. Tidak banyak yang tidak tahu, tapi tidak sedikit pula yang tidak tahu. Anorexia berarti gangguan makan yang disebabkan oleh ketakutan akan kegemukan. Si penderita akan berpikir dia kegemukan dan berusaha menguruskan badannya melalui pengurangan konsumsi makan.

Dari penjelasan di atas, ini berarti kebanyakan penderita anorexia adalah anak-anak ABG, khususnya perempuan. Perbandingannya, satu banding sepuluh di dunia ini. WEW!

Penelitian terbaru menyebutkan anorexia akan muncul pada anak usia 9-12 tahun. Nah, penyakit ini meningkat di usia mereka yang ke-13 sampai 17 tahun. Dan kelainan makan ini tidak hanya menyerang orang dari kalangan biasa saja, tetapi juga orang miskin, orang setengah miskin, orang pura-pura miskin, bahkan princess sekalian! Karena ini bukan penyakit fisik, tetapi penyakit psikologis.

Kata Anorexia sendiri diciptakan oleh salah satu psikolog Ratu Victoria, Sir William Gull pada 1873. Anorexia berasal dari bahasa Yunani, //an// yang berarti ‘tanpa’ dan //orexis// yang artinya nafsu makan. Orang yang menderita anorexia ini akan menahan rasa lapar yang dia derita. Kalaupun sudah sangat kelaparan, dia tidak akan mengkonsumsi banyak makanan, tapi seperlunya saja sampai rasa lapar itu menghilang. Nah lo!!!!!

Penyakit psikologi ini sangat mengerikan. Akibat mereka kekurangan asupan gizi, berat badan si penderita akan turun drastis. Kalau normalnya dia harus mempunyai berat badan sekitar 50 kilogram, bisa saja karena penyakit ini berat badannya hanya 25-30 kg!

Karena kurangnya gizi dan kelaparan, penderita anorexia akan menderita komplikasi akibat rusaknya organ tubuh mereka. Mungkin karena tidak pernah dipakai, atau disiksa untuk tidak bekerja (padahal baik, loh, kan mereka bisa cuti kerja). Komplikasi bisa dimulai dari sakit mag yang biasa sampai mag akut, kerusakan usus, ginjal, dan lain-lain.

Ada beberapa ciri orang yang kena penyakit ini. Yang jelas, mereka kehilangan nafsu makan akibat berpikir takut jadi gemuk. Meskipun mereka kurus, mereka akan berpikir untuk melakukan diet (ckckck). Mereka terobsesi dengan daftar isian kalori dan lemak yang ada di setiap makanan yang mereka makan.

Apa sih yang menyebabkan penyakit ini bisa ada? Diet yang berlebihan menyebabkan kebiasaan makan jadi terganggu. Karena diet, makan jadi tidak biasa dan jadi terbawa sampai akhirnya tidak sadar badan sudah semakin menyusut.

Di kalangan anak remaja, khususnya di kota metropolitan, kurus menjadi sesuatu yang dituhankan. Apalagi melihat idola-idolanya yang kurus dan cantik, mereka menginginkan seperti itu. Maka mulailah mereka mengurangi jatah asupan gizi yang berujung pada anorexia.

Anorexia juga bisa disebabkan oleh masalah-masalah yang dihadapi penderita, seperti misalnya perceraian, masalah kantor, atau hal-hal lain yang mengganggu pola makan si penderita. Mungkin juga putus cinta, hm…….

Nah, kalau sudah begini, penderita anorexia harus cepat-cepat disembuhkan. Sudah banyak korban berjatuhan akibat penyakit ini. Salah satunya adalah seorang model Perancis yang meninggal pada usia 28 tahun, Isabelle Caro. Ada pula seorang ibu, Rebecca Jones yang berat badannya hanya setengah berat badan anaknya, dan dengan bangga memakai pakaian anaknya yang berusia 7 tahun. Sang ibu hanya memiliki berat badan 30 kilogram.

Serem kan? Ada lagi. Selain gangguan makan seperti anorexia nervosa, ada satu lagi gangguan makan yang cukup aneh. Namanya bullimia. Bulimia ini beda dengan anorexia yang menahan makan agar tidak gendut. Penderita bulimia bukannya tidak mau makan, tapi mereka justru memuntahkan kembali apa yang sudah mereka makan.

Nah, ini ciri-ciri orang mubazir. Mereka makan banyak dan sangat enak, tapi karena mereka tidak mau gemuk, mereka memuntahkan kembali makanan yang mereka telan. Itulah orang bulimia.

Saya menulis ini karena ada yang ganjal dengan nafsu makan saya saat ini. Sejak kuliah, saya selalu saja takut akan kegemukan. Pertamanya justru saya ingin gemuk. Tapi entah kenapa melihat mama saya yang gempal, saya takut suatu hari nanti saya akan menjadi seperti itu.

Ingin keluar dari lingkaran setan, saya akhirnya mengurangi konsumsi makanan. Biasanya saya makan tiga kali sehari jadi dua kali sehari, bahkan kadang sekali sehari. Dulu saya sering sarapan, namun kini saya tidak pernah lagi sarapan kenyang di pagi hari.

Ketakutan akan kegemukan masih menghantui saya saat ini, tapi sekarang ketakutan akan anorexia juga tengah berputar di kepala saya. Saya tidak mau berakhir seperti orang-orang yang berat badannya terus menurun akibat ketakutan akan gemuk. Saya berharap melalui tulisan ini bisa memotivasi diri agar saya tidak seperti contoh yang sudah-sudah. Saya tidak mau mati karena ketololan saya sendiri, dan saya ingin menjaga organ saya agar suatu hari nanti tubuh saya bisa menjadi rumah yang hangat bagi calon bayi saya!

Advertisements

2 thoughts on “Saya Tidak Sakit!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s